;

Mesjid Megah dalam Perut Bumi


Masjid biasanya identik dengan kubahnya yang menjulang tinggi di langit. Namun, di Tuban, Jawa Timur Masjid Aschabul Kahfi malah berada di dalam perut bumi. Unik!

Berada di Jalan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur, bangunan Masjid Aschabul Kahfi cukup menarik perhatian siapa saja yang melintas. Dari kejauhan, sudah bisa terbaca papan nama yang cukup besar bertuliskan "Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi".

Dari papan nama tersebut saja sudah bisa terlihat betapa uniknya bangunan ini. Sebagai bangunan untuk beribadah, adalah hal yang tidak biasa bagi masjid berada di perut bumi. Masjid hanya terlihat bagian gerbangnya saja dari luar, bangunan lainnya berada di dalam perut bumi layaknya sebuah gua.

Di pintu gerbang, terdapat kaligrafi yang berkolaborasi dengan tulisan Jawa. Gerbang tersebut dilengkapi dengan gapura yang tidak terlalu besar, kira-kira sekitar 2 meter. Setelah itu, terdapat tangga yang mengantarkan tiap pengunjung untuk turun menuju bangunan utama masjid.

Tanpa cahaya matahari, Masjid Aschabul Kahfi memiliki ruangan utama yang cukup gelap. Tidak ada sinar selain dari cahaya lampu di sini. Arsitektur masjid mirip dengan bangunan Arab dengan pilar-pilar yang melingkar. Bangunan ini tidak di desain oleh orang asing, tapi KH Shubhan sang arsitek bangunan unik ini.

Awalnya, Masjid Aschabul Kahfi merupakan gua alami yang tanpa manfaat, berbatu dan tandus tak terawat. Kemudian KH Shubhan memiliki ide kreatif untuk mengalihfungsikan gua tersebut sebagai tempat ibadah. Ia sendiri yang mendesain dan mengarahkan semua pembangunan masjid ini.

Bagian atas masjid juga dilengkapi dengan kubah yang megah. Oleh karena bangunan masjid yang ada di perut bumi, membuat kubah Masjid Aschabul Kahfi tidak terlalu tinggi. Sekeliling kubah adalah tanah yang bisa dijadikan tempat bersantai para pengunjung.

Hingga saat ini, Masjid Aschabul Kahfi sebenarnya belum 100 persen rampung dikerjakan. Akan tetapi, bangunan ini sudah bisa digunakan untuk beribadah karena sebagian besar interiornya sudah selesai dikerjakan. Jadi, saat berkunjung ke Tuban, jangan lupa untuk singgah sejenak di Masjid Aschabul Kahfi untuk beribadah.

Quote:









sumber

UFO Terlihat di Langit Israel

Heboh, fenomena yang tidak biasa muncul di langit Israel beberapa waktu lalu, banyak yang menganggap itu adalah UFO. Tapi kejadian tidak biasa ini bisa dihubungkan dengan peluncuran uji coba rudal balistik Topol antar benua Rusia. Rusia meluncurkan Topol dari wilayah uji coba Yar Kapustin di wilayah Astrakhan Rusia.

Para astronom mengklarifikasi anggapan wartawan yang mengatakan bahwa cahaya misterius di langit Israel bukanlah UFO, tapi sebagai akibat dari peluncuran rudal balistik Topol Rusia.
Di langit Israel


"Objek yang tampak awalnya kecil dan tiba-tiba membesar dan melakukan gerakan spiral," kata Igal Petel, direktur di pusat observatorium Ynet Israel. "Sesaat kemudian, obyek berubah menjadi awan. Terlihat objek tersebut terbang tinggi di atas tanah dan kemudian pecah (melebur) dengan awan," tambahnya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa benda itu pecah di wilayah udara Lebanon di ketinggian 80 kilometer. Mereka yakin bahwa itu bukan meteor. "Kemungkinan besar, rudal keluar dari kontrol, dan orang bisa mengamati fragmen dan bahan bakar rudalnya. Mencapai ketinggian 200-300 kilometer -. Ini adalah alasan mengapa objek ini bisa dilihat dari banyak tempat," tambah Petel.

Versi lain mengatakan bahwa itu bisa jadi satelit yang menabrak sesuatu yang menyebabkan fenomena atau fragmen besar.

Ratusan warga Israel utara mengatakan bahwa pada malam 7 Juni mereka melihat sebuah benda terbang tak dikenal di utara di perbatasan dengan Lebanon. Ada cahaya terang yang menyebar dari objek. "UFO" tersebut juga terlihat di Armenia, Turki, Siprus, Libanon, Yordania dan negara-negara lain di wilayah ini.

Saksi mata mengatakan bahwa benda tersebut mirip komet yang terbang di langit sekitar 21:00 waktu setempat. Pejabat pertahanan Israel mengatakan bahwa Angkatan Darat saat itu tidak melakukan setiap uji coba atau latihan di malam hari. Semua badan yang berwenang, termasuk Angkatan Udara, menyelidiki semua laporan tentang "UFO" tersebut.
 
 

Anjing Ini Melahirkan Anak Kucing


Anjing Melahirkan Anak KucingAnjing di Korea Selatan bikin heboh sebab anjing ini melahirkan anak kucing sebuah kejadian yang tidak mungkin terjadi.
Seorang pria bernama Jeong Pyong-bong pemilik anjing yang melahirkan anak kucing mengatakan bahwa anjing pliharanya telah melahirkan anak kucing pemilik anjing ini meyakini bahwa anjing pliharnya telah dihamili oleh kucing.
“Saya rasa saya tahu bagaimana ini terjadi. Anjing saya di suatu malam meninggalkan rumah. Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi kemungkinan ia telah dihamili oleh seekor kucing,” tuturnya.
Kabra mengenai anjing melahirkan anak kucing ini pun terus menyebar ke penjuru negri di Korea Selatan sehinga rumah pemilik anjing aneh yang melahirkan anak kucing ini dikunjungi untuk melihat langsung anak kucing yang dilahirkan anjing.
“Orang-orang dari seluruh negeri berdatangan ke rumah saya untuk melihat-lihat, seiring tersebarnya kabar itu,” ujar Jeong Pyong-bong.
Induk anjing milik Jeong Pyong-bong berwarna hitam sedangkan anak kucing yang dilahirkan berwarna putih dengan bintik hitam, sedangkan anak anjing lainya berwarna putih.
Menurut para ahli anjing melahirkan anak kucing  sunguh tidak mungkin terjadi.
“Tidak mungkin anjing melahirkan kucing. Jumlah dan sifat kromosom anjing dan kucing jelas-jelas sangat berbeda,” papar Profesor Son Chang-ho, dari Universitas Nasional Chonnnam Fakultas Kedokteran Hewan.
“Kemungkinan yang paling mendekati, anak anjing itu menyerupai seekor anak kucing,” cetusnya.

sumber

50 Tahun Lalu Dikirim Kartu Pos Ini Baru Sampai Ketujuan

Kartu Pos
Jika kita mengirim surat via post berapa lama surat kita akan sampai, mungkin tidak akan sampai lebih dari 1 bulan namun apa jadinya jika kita mengirim surat lalu surat yang kita kirim sampai setelah 50 tahun kemudian.
Seorang pria di Swedia tiba-tiba saja mendapatkan kartu pos istimewa yang dikirimkan oleh saudara perempuannya. Bagaimana tidak istimewa jika kartu pos yang dikirimkan 50 tahun lalu itu baru diterimanya pada 2012 ini.
Pria yang bernama Claes-Hakan Svensson itu mengaku kartu pos tersebut ditulis oleh saudara perempuannya kepada sang ayah, Hakan Svensson pada 1962 silam dan baru saja tiba di rumahnya di Varberg, Swedia belum lama ini.

sumber

Cacing Guinea yang Dapat masuk Ke Organ tubuh Manusia

Larva cacing guinea hidup di dalam tubuh kutu air. Ketika manusia meminum air yang mengandung kutu air, sistem pencernaan kita membinasakannya, namun tidak mematikan larva cacingnya yang terus berkembang menjadi dewasa. Cacing jantan akan mati setelah kimpoi di dalam tubuh manusia, sementara betinanya terus membesar dalam waktu singkat pertumbuhannya kira-kira mencapai lebih dari dua sentimeter tiap pekan. Kebayang kan?
Dalam waktu setahun cacing ini perlahan-lahan mengeluarkan diri dari tubuh manusia yang dihuninya dengan menjulurkan kepala terlebih dahulu di bagian bawah kaki atau lengan manusia yang menjadi korban. Proses ini menyebabkan nyeri luar biasa. Luka bekas lubang keluarnya cacing ini akan membesar sesentimeter demi sesentimeter dan begitu menyakitkan. Sering kali penderita terburu-buru mencari sumber air untuk merendam luka mereka, padahal tindakan ini adalah salah.

Ketika cacing guinea yang masih berada di dalam tubuh manusia itu merasa dekat dengan air, ia akan melepaskan ribuan larva yang kemudian dimakan kutu air. Dan lingkaran ini terus berlanjut. Pada era 1900-an, cacing guinea ditemukan di sebagian besar wilayah Afrika dan Timur Tengah, Asia Tengah dan Selatan. Sejalan dengan meningkatnya sarana air bersih, cacing ini menghilang di berbagai wilayah. Namun, pertengahan 1980-an masih ada sekitar 3,5 juta kasus di Asia dan Afrika. Untuk membasminya, para ahli punya cara sederhana: mengajari masyarakat cara menyaring air minum (kain katun biasa dapat dipakai sebagai penyaring) dan mencegah penderita dengan cacing yang keluar dari tubuhnya mendekati sumber-sumber air.




sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...