;

Sampah Luar Angkasa Naik 3 Kali Lipat

sampah luar angkasa
Sampah Luar Angkasa Naik 3 Kali Lipat. Dikatakan oleh William Shelton, pimpinan US Air Force Space Command, dalam sebuah konferensi,   sampah luar angkasa buatan manusia jumlahnya naik secara signifikan. Bahkan diperkirakan pada tahun 2030 akan naik 3 kali lipat.

Sampah Luar Angkasa Naik 3 Kali Lipat. Jumlahnya terus bertambah. Saat ini tidak kurang dari, bahkan lebih dari 50 negara yang terlibat dalam eksplorasi ruang angkasa. Ada lebih dari 20 ribu benda tak terpakai berada di ruang angkasa.

Sampah Luar Angkasa Naik 3 Kali Lipat. Saat ini, pertumbuhan sampah-sampah ruang angkasa secara rutin terus dipantau. Dilihat tren pertumbuhannya, diperkirakan jumlah itu akan naik dan terus bertambah hingga tiga kali lipat pada tahun 2030. Padahal, kemungkinan jumlah sampah itu 10 kali lebih banyak karena sensor yang ada saat ini tidak mampu melacak seluruh sampah yang ada.

Yang mengerikan adalah bahwa benda-benda yang menjadi sampah tersebut sangat berbahaya. Hal tersebut dianggap berbahaya karena bisa merusak sistem luar angkasa militer, sistem luar angkasa sipil, satelit komersial, dan lain-lain. Tak ada yang imun dari ancaman sampah ruang angkasa yang ada di orbit saat ini.

Menurut Marshall Kaplan, pakar puing-puing ruang angkasa dari Space Department, Johns Hopkins University, sampah luar angkasa yang berada di orbit rendah bumi telah terakumulasi sejak 50 tahun belakangan. Penambahan terakhir adalah, sisa-sisa pengujian Anti-Satellite (ASAT) milik China pada tahun 2007.

“Satu uji coba ini telah meningkatkan jumlah objek puing-puing sekitar 35 persen,” kata Kaplan. “Parahnya, lokasinya berada di ketinggian 865 kilometer, kawasan terpadat di mana satelit umumnya mengorbit,” ucapnya.

Kasus lain, pada Februari 2009, satelit Iridium 33, satelit komunikasi milik AS bertabrakan dengan Cosmos, pesawat ruang angkasa Russia yang sudah tidak terpakai, di ketinggian yang serupa dengan uji coba ASAT milik China. Akibatnya, pecahan puing-puing makin berserakan.

“Hasil dari peluncuran satelit selama 50 tahun terakhir serta dua kejadian tersebut, kini kawasan di antara ketinggian 700 kilometer sampai 1300 kilometer terdapat jutaaan puing-puing berukuran mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa meter,” ucap Kaplan.

Sayangnya, kata Kaplan, pertumbuhan jumlah sampah ini tidak bisa dibalik. Upaya pembersihan ruang angkasa akan menjadi terlalu mahal. “Saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan. Kita tidak punya dana yang cukup, teknologinya belum ada, dan belum ada kerjasama. Tidak ada yang ingin membiayai upaya itu,” ucap Kaplan.

Kaplan menambahkan, pembersihan luar angkasa merupakan ‘industri yang terus tumbuh’ namun tidak ada yang ingin mengerjakan. “Selain itu, secara politik, itu juga tidak menguntungkan,” ucapnya.

sumber:http://ifalak.blogspot.com

0 komentar:

Pasang emoticon dibawah ini dengan mencantumkan kode di samping kanan gambar.

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...